daerah

Cegah 'Like and Dislike' Oknum Petugas! Herman Desak Agen Perlinsos Mataram Bebas dari Kepentingan

Kamis, 17 September 2026 | 17:05 WIB
Herman (Jaka)

Baca Juga: Sambut MotoGP Mandalika 2026, Tradisi Betabeq Jadi Simbol Doa dan Penghormatan Budaya Sasak

Herman mengaku sejak era sebelumnya dirinya telah mengingatkan bahwa tidak semua petugas di lapangan otomatis mampu menjaga independensi dalam proses pendataan.

“Apalagi sekarang agen Perlinsos, tidak semua bisa independen,” katanya.

Ia menyoroti potensi munculnya subjektivitas dalam proses pendataan. Menurut Herman, jangan sampai ada warga yang masuk atau keluar dari daftar penerima bantuan karena faktor kedekatan personal, rasa suka atau tidak suka, maupun kepentingan tertentu.

“Bahkan ada indikasi ada perasaan suka atau tidak suka. Kalau dia suka, atau kalau ada kepentingan tertentu, kedekatan tertentu, dia bisa ubah sesuka hati,” ujarnya.

Herman menegaskan, kondisi ekonomi warga harus menjadi dasar utama dalam pendataan, bukan relasi personal dengan petugas.

Jangan sampai, kata dia, warga yang sebenarnya mampu justru masuk dalam kategori penerima, sementara warga yang benar-benar miskin malah tidak tercatat.

“Yang tadinya memang harus dia masukkan kategori tidak mampu, dia tidak akan masuk. Apalagi kalau tidak ada kedekatan,” katanya.

Kondisi tersebut, menurut Herman, berpotensi menciptakan persoalan serius dalam implementasi bansos digital.

Sebab, masyarakat yang paling membutuhkan bantuan justru sering kali merupakan kelompok yang paling sulit mengakses layanan secara mandiri.

Warga lanjut usia, orang sakit, penyandang disabilitas, hingga keluarga miskin yang tidak memiliki kendaraan bisa saja tidak mampu datang ke kantor kelurahan untuk mengurus atau memperbarui data.

“Warga yang tidak mampu itu datang ke kantor lurah saja mereka untuk mengadu. Dia tidak bisa. Kadang tidak ada kendaraan ke kantor lurah. Tidak ada yang mengantar, apalagi orang tua jompo yang sudah sakit, renta,” tuturnya.

Karena itu, Herman meminta Agen Perlinsos, kader Posyandu, maupun seluruh instrumen yang terlibat dalam pendataan menjalankan fungsi jemput bola.

Bukan sebaliknya, menunggu warga miskin datang meminta bantuan.

“Yang kita harapkan adalah proaktifnya agen Perlinsos, itu harus betul-betul jujur, independen, tanpa ada like and dislike, tanpa ada interest kepentingan,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini