daerah

Pemprov NTB Kolaborasi dengan Densus 88 dan Wahana Visi Susun RAD PE Pencegahan Ekstremisme

Kamis, 17 September 2026 | 23:23 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (KOMINFO)

 

Baca Juga: Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan Lewat Tata Kelola APBD Perubahan 2026

 

Merujuk pada data BNPT terkait kasus terorisme di NTB yang melibatkan tokoh dan jaringan lokal, kekuatan kearifan lokal dalam pencegahan harus digali dari karakteristik masyarakat di setiap kabupaten/ kota dan pemahaman bersama terhadap tantangan kekinian dalam bentuk digitalisasi dengan sasaran generasi muda.

 

Sementara itu, Kepala Satgas Densus 88 NTB, Kombes Pol, Lili Warli mengatakan, penanggulangan radikalisme dalam dakwah, politik dan jihadi sering menampakkan tindakan ekstrimisme agama, politik dan pelaku nihilis.

Dalam penyebarannya, komunikasi dan ide radikal ini menggunakan platform media sosial berisikan konten kekerasan dengan sasaran tertentu seperti generasi muda.

 

"Jika dikatakan tak ada ancaman, faktanya sejak 2011 sampai 2025 banyak kasus radikalisme yang berpotensi terorisme", ungkapnya.

 

Untuk itu, pihaknya mendorong untuk memperkuat pencegahan, penanggulangan dengan kerjasama lintas sektor misalnya dengan pembatasan gawai di sekolah sekolah serta literasi digital dan radikalisme di kelompok maupun komunitas masyarakat.

 

Beberapa rekomendasi, lanjutnya, perlu adanya prosedur standar operasi dalam pencegahan, penanganan khusus eks napiter sesuai pengalaman lapangan dan pembentukan Satgas.

 

Lia Anggiasih dari lembaga swadaya masyarakat Wahana Visi yang fokus pada isu terorisme menawarkan strategi social norm exploration tools (SNET) dengan mengelola data masyarakat terkait informasi, motivasi dan kemampuan masyarakat dalam paparan kekerasan serta norma sosial yang dianut.

Halaman:

Tags

Terkini